(pict from: economy.okezone.com)
Perdulikah kamu pada dirimu
sendiri? Perdulikah pada jasmanimu sendiri. Perdulikah pada tubuhmu sendiri,
dengan asupan makananmu yang kau jaga, hitung dan sesuai kebutuhanmu.
Perdulikah engkau pada kesehatanmu dengan menjaga kebugaranmu. Jangan-jangan engkau
makan sesukamu, atau tidak memberikan asupan apapun pada tubuhmu.
Perdulikah engkau dengan
kesehatan ruhanimu, kesehatan jiwamu termasuk dalam hatimu. Apakah dirimu
bahagia? Merasa tenang, menjalani hidup dengan sepenuh hati. Merasa sedih
ketika kesempitan menghampiri hatimu, merasa senang dan bahagia ketika hal yang
menyenangkan hatimu. Atau jangan-jangan yang ada adalah kesenangan semu, yang
setelah itu adanya hanya kesedihan rasa was-was, cemas dan rasa takut
menghampirimu.
Perdulikah engkau pada keluargamu,
yang selalu menemanimu dari saat kecil hingga kau baligh dan dewasa. Perdulilah
engkau akan keluargamu yang telah mencurahkan banyak perasaan dan kepercayaan
padamu sebagai seorang, anak, adik atau kakak. Perdulilah engkau disaat salah
satu kelaurgamu merasa bahagia. Perdulilahengkau disaat ada salah satu
keluargamu merasa sedih karena suatu hal. Perdulilah engkau saat ada salah satu
keluargamu sedang sakit. Atau jangan-jangan engkau tak pernah perduli, atau
sebenarnya perdulimu semu. Perduli ketika mereka meperdulikanmu, mendengar
perkataanmu dan melaksanakan perkataanmu. Dan kau begitu marah ketika pendapatmu
dan keputusanmu selalu diintervensi, menganggap engkau dengan keputusanmu
adalah terbaik. Me-judge bahwa dengan pendidikanmu yang sudah tinggi,
merendahkan pendapat mereka dan meremehkan begitu saja. Padahal engkau tak tahu
bagaimana usaha mereka menyekolahkanmu, atau bahkan diam-diam saat mendoakan
keberhasilanmu.
Perdulikah engkau pada sekitarmu,
tetangga tetanggamu, dan masyarakat terdekat disamping tempat tinggalmu.
Perdulikah engkau pada mereka, yang mungkin hampir setiap hari kau lewati
dengan berbagai ekspresi. Perdulikah engkau pada mereka yang brusaha selalu
berbaik sangka kepadamu, atau mungkin berntanya kabar jika kau tak lewat di depan
mereka. Perdulikah dengan mereka disekitar tempat tinggalmu, yang mungkin
sering membantumu keluargamu, atau terkadang membersihkan halaman tempat
tinggalmu diam-diam. Perdulikah engkau kepada mereka, sehingga karena
kepedulianmu merka tak pernah menggunjingmu. Perdulikah engkau pada mereka,
yang terkadang juga memberikan bingkisan kepadamu atau keluargamu. Perdulikah
engkau kepada mereka yang terkadang saat kau meminta bantuan kepada mereka,
dengan senang hati mereka lakukan. Atau jangan-jangan engkau tak pernah
memperhatikan hal tersebut. Atau Jangan-jangan kamu tak mengerti hal tersebut.
Atau jangan-jangan yang mereka lakukan kebaikan kepada engkau tak pernah masuk
dalam hatimu, yang tak pernah ada niatan untuk membalas kebaikannya.
Perdulikah engkau pada
teman-temanmu, entah teman dekatmu atau sekedar temanmu. Perdulikah engkau pada
mereka yang sering menghiasi hari-harimu. Perdulikah engkau kepada mereka,
bahwa mereka selalu membantu sabisa mungkin namun dimatamu sering tidak sesuai.
Perdulikah engkau kepada mereka yang selalu memberikan waktu untuk selalu kau
habiskan sekadar mengobrol bersantai tanpa ada aktivitas yang produktif sama
sekali. Perdulilah engkau kepada mereka yang terkadang selalu mengalah ketika
sedang beradu pendapat. Perdulikah engkau kepada mereka yang selalu mendorongmu
menuju impian dan memberikan kekuatan kepercayaan. Perdulikah engkau akan
mereka yang memiliki keluarga di rumah namun engkau minta waktunya untuk
membantumu barangkali. Jangan-jangan engkau tak pernah benar-benar perduli,
memanfaatkan yang ada sehingga apapun yang ada dalam dirimu tidak berkurang,
entah materi waktu bahkan perasaan. Jangan-jangan engkau sama sekali tidak
perduli ketika temanmu juga mempunyai masalah namun tetap mau mendengar cerita
masalahmu. Jangan-jangan engkau tak tahu pula masalahnya dia selama ini. Atau
engkau sebenarnya tidak ingin benar-benar tahu temanmu seperti apa saat
bahagia, sedih, gundah dan lainya. Yang engkau tahu hanyalah semua terlihat
baik dan tanpa ada masalah, dan happy
serta fine saja.
Perdulikah engkau terhadap kotamu
tinggal, tempat dimana engkau dilahirkan. Kota dimana engkau selalu diberikan
fasilitas yang cukup bahkan menyenangkan. Perdulikah engkau dengan kotamu bahwa
kotamu memiliki banyak perekonomian yang baik namun masih terdapat kesenjangan
sosial, bahkan pengangguran yang begitu banyak. Perdulikan engkau pada kotamu
yang mungkin kota industri, namun juga ternyata ada permasalahan keluarga bagi
karyawanya. Atau kota pendidikan namun begitu banyak aksi yang melibatkan para
peserta pendidikan melakukan penyimpangan sosial. Atau tempatmu adalah kota
bisnis dan jantung perekonomian sebuah negara, namun permasalahan ekonomi
begitu menumpuk dan memprihatinkan. Atau kotamu adalah kota pertambangan, semua
sumber daya ada di bawah tanah kotamu, namun kesejahteraan begitu terasa asing
terdengar. Ataukah kotamu kota dengan raihan hasil bumi, pertanian dan
perkebunan yang melimpah, namun kriminalitas juga banyak. Jangan-jangan engkau
tak tahu permasalahan kotamu, atau bahkan engkau tak tahu bahwa kotamu adalah
kota yang telah tersebutkan. Jangan-jangan kau sama sekali tak punya hati untuk
kotamu, untuk menjadikannya maju atau sekedar semakin baik. Jangan-jangan
engkau tak mau terlibat apapun berkaitan urusan kotamu.
Perdulikah engkau pada bangsa dan
negaramu? Perdulikah pada negaramu yang telah memberikan berbagai kemudahan
padamu dan semua yang ada di orang-orang terdekatmu. Perdulilah engkau kepada
negaramu saat berbagai infrastruktur, fasilitas dibangun. Perdulikah engkau
saat negara membangun non fisik berupa intelektual ataupun sejenisnya.
Perdulikah engkau pada negaramu yang memberikan jaminan keamanan kepadamu.
Perdulikah engkau kepada negaramu saat negaramu mengurus para fakir miskin dan
orang terlantar. Perdulikah engkau akan anggaran negara dialokasikan untuk apa
saja. Jangan-jangan engkau tak pernah perduli sama sekali. Jangan-janganeEngkau
tak tahu kalau hutang negara begitu menumpuk yang harus dilunasi. Jangan-jangan
engkau sama sekali tak tahu apakah orang terlantar masih terlantar, atau sudah
didalam rumah sosialnya. Atau engkau benar-benar tak tahu bahwa negaramu
membangun fasilitas yang sangat maju dan luar biasa. Jangan-jangan engkau tak
tahu permasalahan sosial, ekonomi, budaya, dan sebagainya terjadi di sudut negara.
Jangan-jangan engkau tak tahu kalau pendidikan dinegaramu masih menjadi sorotan
karena kurang maksimal dan malah terjadi permasalahan, guru dianiyaya hingga
meninggal, kasus guru memukul siswa, pembulian dalam lingkungan pendidikan.
Jangan-jangan engkau sama sekali tak tahu akan hal itu. Engkau tak tahu
bagaimana nasib saudar-saudara satu negaramu di pinggiran perbatasan dengan
negara lain. Jangan-jangan kau tak tahu harga sumber energi minyak dan
kebutuhan pokok lainya naik atau kah turun. Jangan-jangan engkau juga tak tahu
perpolitikan negaramu saat ini, engkau tak tahu sistem kerja mereka seperti
apa. Engkau tak tahu mereka bekerja untuk apa dan siapa. Atau jangan-jangan
engkau lupa bahwa di negara ada para pelaku politik yang ada.
Jadi sebenarnya engkau ada di
negara mana? Engkau tinggal di kota apa? Engkau hidup dimasyarakat ataukah
engkau hidup sendirian? Engkau memiliki seorang teman atau sejumlah teman?
Engkau masih memiliki keluarga atau hanya dirimu saja? Atau sebenarnya engkau
sendiri bingung akan dirimu sendiri?
Terlepas dari itu apakah engkau
perduli dan mau perduli serta mau berusaha perduli?
Entahlah mungkin hanya engkau
yang tahu.

Komentar
Posting Komentar